
Dungeon Master
Kecerdasan buatan yang menyelesaikan misi dalam game petualangan berbasis teks saat berbicara dengan karakter telah belajar untuk tidak hanya bertindak sendiri, tetapi juga memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu. Sistem seperti itu merupakan langkah menuju pembuatan mesin yang dapat menggunakan bahasa alami sebagai cara untuk mencapai tujuan mereka.
Algoritme pemrosesan model bahasa alami seperti GPT-3 sangat bagus dalam meniru kalimat yang ditulis manusia, menghasilkan cerita, blog palsu, dan kiriman. Tapi produk yang bermanfaat ini tidak masuk akal selain membuat teks itu sendiri. Ketika orang menggunakan bahasa, mereka menggunakannya sebagai alat: kata-kata kita meyakinkan, memerintah dan memanipulasi; mereka membuat orang tertawa dan menangis.
Untuk membuat AI yang memanfaatkan kata-kata dengan baik, para peneliti di Georgia Institute of Technology di Atlanta dan Facebook AI Research telah menggabungkan pemrosesan bahasa alami dengan pembelajaran, yang mempelajari model pembelajaran mesin untuk mencapai tujuan yang dimaksudkan.
Bagaimana cara berkomunikasi dengan naga?
Para peneliti melatih sistem mereka dalam permainan multipemain berbasis teks yang disebut LIGHT, yang dikembangkan oleh Facebook tahun lalu untuk mempelajari komunikasi antara manusia dan pemain AI. Permainan berlangsung di dunia fantasi bertema yang dipenuhi dengan ribuan objek, karakter, dan lokasi yang dideskripsikan dan berinteraksi dengan teks di layar. Pemain (manusia atau komputer) bertindak dengan memilih perintah seperti memeluk penyihir, membunuh naga, atau melepas topi. Mereka juga dapat berbicara dengan karakter yang dikendalikan oleh chatbots.
Kecerdasan buatan dalam game ini mendapatkan peran naga, yang menerima misi tertentu, misalnya pengumpulan emas. Agar berhasil menyelesaikan tugas, ia harus berkomunikasi dengan agen AI lain atau gamer sungguhan, cukup memasukkan perintah tertentu, seperti dalam petualangan berbasis teks lainnya.
Hasilnya agak aneh, dengan naga mengeluarkan ancaman yang tidak berarti untuk memaksa karakter memenuhi keinginannya. Namun, menurut penelitian tim, AI masih mencapai tujuannya karena mulai memahami karakteristik individu dari komunikasi karakter nyata yang berbeda.
. , , , , . .
Untuk menjelaskan kepada AI mereka alasan mengapa mereka melakukan sesuatu, para peneliti menambahkan sekitar 7.500 pencarian sumber daya yang tidak termasuk dalam versi asli LIGHT. Mereka juga membuat grafik pengetahuan (database hubungan subjek-hubungan-objek) yang memberi AI informasi yang kuat tentang dunia game dan hubungan antara karakternya. Misalnya, prinsip bahwa seorang pedagang hanya akan mempercayai seorang penjaga jika mereka berteman. Permainan memperkenalkan tindakan seperti "Pergi ke pegunungan" dan "Makan kesatria", yang harus diselesaikan untuk menyelesaikan misi (misalnya, "Membangun harta karun terbesar yang pernah ditemukan naga").
Menggabungkan semuanya, para pengembang melatih AI untuk menyelesaikan misi hanya dengan menggunakan bahasa alami. Untuk melakukan salah satu tindakan, seseorang dapat memasukkan perintah yang sesuai, atau mencapai hasil yang sama dengan berbicara dengan karakter lain. Misalnya, jika AI membutuhkan pedang, ia dapat mencurinya atau meyakinkan karakter lain untuk mengembalikannya.
Contoh dialog antara seseorang (abu-abu) menjalankan misinya dengan AI (biru).
Tentu saja, saat ini sistem ini hanyalah mainan. Dan cara kecerdasan buatan berkomunikasi dengan pemain sungguhan mungkin tampak cukup mudah: pada titik tertentu, ketika membutuhkan ember, ia hanya mengatakan: "Beri saya ember ini, atau saya akan memberi Anda makan untuk kucing saya!" Tetapi mencampurkan pemrosesan bahasa alami dengan pembelajaran adalah langkah menarik yang tidak hanya mengarah pada chatbot yang lebih baik yang dapat berdebat dan membujuk, tetapi juga mereka yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang dunia kita yang penuh bahasa.
Daftar referensi:
- Untuk mengajarkan AI untuk mencapai tujuan, para ilmuwan membuatnya memainkan RPG [Sumber daya elektronik]
- Bagaimana memainkan peran naga dapat mengajari AI untuk memanipulasi dan membujuk // MIT Technology Review [Sumber daya elektronik]
- Cara memotivasi naga Anda: mengajar agen yang digerakkan oleh tujuan untuk berbicara dan bertindak di dunia fantasi // Laporan resmi pengembang [Sumber daya elektronik]