Sekolah atau cara gagal dalam perencanaan arsitektur

Halo! Halo! Halo!





Saya pernah mendengarkan percakapan Sergei Guriev (ekonom, profesor) tentang masalah pendidikan dan itu hanya tentang masalah pendidikan tinggi (meskipun topik pendidikan secara umum diumumkan). Pada saat itu saya sudah bekerja sebagai guru selama beberapa bulan dan tentu saja saya merasa diremehkan. Maka lahirlah ide untuk menulis artikel ini. Ini akan berbicara tentang bagaimana sekolah arsitektur diatur dan dari mana masalahnya tumbuh (dan dari sana masalah semua pendidikan di Rusia).





Penolakan. Artikel ini adalah persilangan antara tangisan dari hati dan postingan hari Jumat tentang kehidupan dan semua itu. Selama 5 bulan terakhir, penulis telah bekerja di sekolah menengah biasa milik seorang jutawan biasa di Rusia, merasa lelah, berhenti dari pekerjaannya dan memutuskan untuk menggambarkan apa yang dia lihat di sana (dan apa yang tidak dia lihat). Perhatian! Perhatian! Attenzione! Di bawah ini adalah pengalaman pribadi! Mohon jangan menganggap ini sebagai kebenaran tertinggi.





Jadi, poin satu. Apa itu sekolah menengah

Sekolah terdiri dari tiga kelompok pemain: administrasi, guru, siswa. Saya akan dengan sengaja menyederhanakan dan menghilangkan berbagai kasus khusus, karena perencanaan arsitektur adalah tentang sesuatu yang harus bekerja 99% kasus, bukan 1%.





Administrasi adalah direktur dan beberapa kepala sekolah, bagian mereka adalah interaksi dengan dunia luar, mis. Jika sekolah ditampilkan sebagai organisme, maka administrasi adalah milik organisme yang menjadi jengkel dalam menanggapi pengaruh eksternal. Tugas utama administrasi adalah mencoba memenuhi semua persyaratan sambil tidak mengambil terlalu banyak rintangan. Oleh karena itu, tujuan utama pemain ini adalah membuat semuanya berjalan entah bagaimana - dan antagonis utamanya adalah keengganan semua pemain lain untuk mengubah sesuatu. Pada dasarnya, mereka masuk ke dalam kelompok ini, bukan karena mereka ingin dan ingin, tetapi karena mereka โ€œharusโ€, berurusan dengan dokumen dan mempertanggungjawabkan pemenuhan keinginan yang tidak dapat diwujudkan bagi siapa pun.





โ€” . . , . โ€” - , โ€” , , โ€” . , , , .





. : , , โ€” , โ€” , - .





: , 22 โ€” 30 , ( ), (), ( ) 9 11 - (). : () ( ) - . 





, : , , , - , , , . ? , , . ? ( ) ? 





.

, ( , ) . : , , . , : , , , , . โ€” ( , , ), . . , , , , ? . , . ? , , . ? , . , , . : , , ? โ€” ; , , ( โ€” ), , ( ) .. , .





. - ?

, , โ€” . : ( ) , . โ€” . ( , , , ), ( , , , , ), , โ€” , โ€” ; -. , , , , , , . , 25 โ€” โ€” , , , , , , ( , ), , , , , . ( = ), โ€” .





. ( ), , , โ€” โ€” , , , . , , , , . (. ), ( , ).





, : ( - ) . โ€” 7โ€“9 โ€” : , , , . 9 . 950 - , , , ( ), : ! ! ( - , , โ€” ).





, , . , , , , , .





โ€” โ€œ โ„– n+1โ€





.

โ€” , โ€” . โ€œ โ€” โ€ - . ( ), , โ€” ( !), , , . โ€” โ€” (. ). , , , โ€” .





โ€” . , ( , , โ€” ), โ€” 1.5โ€“2 25 โ€” , , . . . , , , , , , โ€” . , โ€” , .





.

: - . , . . ? 33 . , ? . , โ€” . : ? , ; , ? , , . , , , . , , .





Total

Hasilnya, kita mendapatkan sistem vertikal jenis perang semu di mana diperlukan fleksibilitas, motivasi, dan inisiatif - yang secara alami mengarah pada kegagalan. Tidak ada sistem normal untuk koneksi langsung dan umpan balik, check and balances tidak diatur, sumber daya sangat terbatas, karakteristik pemain yang terlibat dalam proses, serta keinginan mereka, diabaikan. Akhirnya sedikit bisa diprediksi. Tolong jangan lakukan itu.








All Articles