Penulis: Alexander Starostin
Skala kecelakaan yang mengerikan menimbulkan konsekuensi yang sesuai. Kita telah melihat bagaimana karyawan pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl berjuang untuk keselamatan stasiun, bagaimana penduduk Pripyat dan penduduk Zona meninggalkan rumah mereka. Nanti mereka akan menghadapi konsekuensi dari kengerian yang mereka alami, tetapi hari-hari dan bulan-bulan pertama masih harus dijalani. Mari kita lihat bersama mereka di mata ketidakpastian, penyakit radiasi akut, ketidakteraturan.
Ini adalah bagian yang sulit, tetapi perlu. Ada tempat yang sengaja saya hapus di bawah spoiler. Anggap ini sebagai tanda peringatan "tidak yakin - jangan terungkap". Penyakit radiasi bukanlah lelucon, dan konsekuensi dari kecelakaan di pembangkit listrik tenaga nuklir bukanlah permainan komputer. Sekarang kami akan melanjutkan.
"Mereka sangat tidak berdaya ... bagaimana mereka mati ..."
Dari hampir waktu kita, mari kita kembali ke 26 April 1986. Setiap orang yang bekerja di pembangkit listrik tenaga nuklir Chernobyl malam itu dan tidak dapat lagi bekerja karena paparan berlebih dikirim ke unit medis Pripyat No. 126, karena itu adalah satu-satunya fasilitas medis dengan rumah sakit di kota. Di antara mereka ada petugas pemadam kebakaran, pegawai stasiun, dan dokter. Wajar jika kerumunan orang mulai berkumpul di unit medis dengan sangat cepat, terutama terdiri dari para istri dan anggota keluarga yang dirawat di rumah sakit. Mereka tidak berencana untuk membiarkan mereka masuk, tetapi para wanita melakukan yang terbaik. Dan tak lama kemudian, ketika diketahui bahwa pasien baru akan dibawa ke Moskow, para istri dan ibu mulai menyediakan barang-barang penting bagi suami dan anak laki-laki untuk perjalanan tersebut. Kerumunan itu dipenuhi rumor bahwa aksi paksa. Menurut ingatan istri Vasily Ignatenko, ia dan istri lainnya buru-buru membeli susu, kata dokter,bahwa pasien membutuhkannya karena semacam "keracunan gas". Dan ketika para suami melaporkan bahwa mereka akan dievakuasi pada malam hari, para istri memutuskan untuk mengikuti mereka.
26 . , . , , . , , , , , , , , . .
28 26- . 22 . . , , () № 6 , . . , . , , , .
. – , , . , . . , , ( , ), , . , . , , .
. , . , , , . . , . , , , , , .
, . , . , , - . .
. , - - , . . , : " , ". : " … …" , , …
, . , : " , , ". . - ? , - , , . … …
. «».
, . . . , , . . – . . , .
10 . , . , , . , 10 . , , . , , . , , :
, , , . , , , , ... , , ... ... . , , . : " , ? !" ... , , , , . . , ... . ? ...
, « . »
14 , , -4 – . , 18 . , , :
18-19-20 . . . . - ?! , -? , . . . . . - . . . . , . . - <…> , . - .
- - , . . , . . . . !
, . ".
, «».
. . . , . , , . : " ! ! , , , , , ". – . , - . <…> ... , , , . , ... ... , ...
, « . »
31 . . , . , , , . . . – . , , ( , , . ), , .
, . , . . .
, , . , .
, . , , , .
. - , , , , , . - . , . . , . – «». , , , , , , , , .
, -, . . .
, ( «»):
, : " , . , . ". . , - , . - . : "?" - " ". . " " - " .
. , . , .
, , . , . , , . , . : " ". - ,
, №4 . , «»
, , , , . , .
, , , , . «» . , . , , . «», , – « » .
. 15 . , . , , . .
200 . 16 ( 12) . , . , , , , :
. : " - ". , - "", - , - . . .
. , . . , – , , . .
, , , , , , – . , , , . , , , . , , , . - . , , - . . , - . - – , - , .
, - . . , . . . ? (, , , ), , , , ( ). . , , . «. 1986.04.26. P.S.» , , , .
, . , , , . . :
, . , , – . 2 1986 , - . 1987 , 1988 . - , , , , , , . – 7.5 . 13 , . . .
, , , , 12 , , 100 , (120 ), (40 ). ( ), . 50 . -. .
? . , , , . … . , , , , . . , , , . , . . , , .
? , 42 . . , , , , . , , . , , . . - . , .
:
. -, -, . , , . , . , . , 1989 . - – ! , – , , , . , , - , . 2009 269 , 129 , , , , , , , , , -. 2007 314 . 1986 1200 , . , , 180 – 80 , – .
Terakhir, lihat wawancara dengan kakek yang menetap sendiri, Savva (Savva Gavrilovich Obrazhei), yang dikenal luas di kalangan sempit dari mereka yang tertarik. Dia meninggal pada tahun 2014, sejak itu tidak ada yang tinggal di zona 10 km:
Pemukim sendiri adalah orang-orang, meskipun berpengalaman, tetapi ramah. Tidak semua orang memiliki kerabat, jadi tamu mana pun adalah sejenis kegembiraan. Mereka tidak terlalu tertarik dengan berita, karena mereka hidup terutama dari apa yang mereka tanam di kebun mereka, berkumpul di hutan, ditangkap di sungai. Tanah mereka adalah kekayaan utama mereka, baik materi maupun mental.
Penulis: Alexander Starostin